Logo Asad

STUDI TIRU HEBITREN JAMBI DI YOGYAKARTA

STUDI TIRU HEBITREN JAMBI DI YOGYAKARTA

Hari pertama, tanggal 14 agustus 2023

Dari Jambi bertolak ke Jogja. Transit sebentar di Ibu Kota. Sore sekira pukul 16.00 para Kyai dan Ibu Nyai tim HEBITREN Provinsi Jambi landing di Bandara Internasional Yogyakarta. Perjalanan pertama menuju restoran halal dengan konsep alam yang memukau. Menunya sederhana, khas Jogja. Tapi nikmatnya di luar nalar.

Selesai menikmat makan malam, perjalanan dilanjutkan menuju penginapan Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Dikutip dari caritahu.kontan.co.id, sebelum menjadi hotel, Ambarrukmo adalah Pesanggarahan yang digunakan sebagai tempat menjamu tamu Sulthan. Pada 1895-1897, bangunan ini direnovasi oleh Sultan Hamengku Buwono VII dan dijadikan kediamannya saat turun takhta.

Kegiatan Studi Tiru ini dilaksanakan dari 14-17 Agustus 2023. Kegiatan dirancang menjadi dua format. Pertama, materi pelatihan pengembangan ekonomi pesantren dan halal lifestyle yang dilaksanakan diruangan tertutup. Kedua, kunjungan ke tiga Pondok Pesantren yang tergabung dalam HEBITREN DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta). Pesantren Assalafiyyah Mlangi, Pesantren Al-Imdad Bantul dan Pesantren Al Mumtaz Terpadu, Gunungkidul.

Materi hari pertama dan kunjungan tanggal 15 agustus 2023

Kegiatan hari pertama, tanggal 15 agustus 2023 oleh Tim dari Pelatih Indonesia Berlimpah. Sebelum kegiatan dimulai, Febrian Nur Patria, perwakilan dari BI (Bank Indonesia) Provinsi Jambi memberikan sambutan tentang program-program BI terkait pengembangan ekonomi pesantren. Melalui HEBITREN, diharapkan pesantren-pesantren mampu menjadi penggerak ekonomi umat dengan mengedepankan produk halal.

Materi pertama tentang pemberdayaan ekonomi umat. Adapun materi yang disampaikan adalah:

  1. Pendidikan dan Pelatihan Ekonomi: Salah satu langkah awal dalam pemberdayaan ekonomi umat adalah memberikan pendidikan dan pelatihan ekonomi. Ini mencakup pembelajaran tentang manajemen keuangan, perencanaan bisnis, keterampilan wirausaha dan pengetahuan pasar. Dengan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang aspek-aspek ekonomi, individu dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dalam mengelola keuangan mereka dan berpotensi memulai usaha sendiri.
  2. Wirausaha dan Pengembangan Usaha Mikro: Mendorong praktik wirausaha dan pengembangan usaha mikro adalah bagian penting dari pemberdayaan ekonomi umat. Ini bisa melibatkan memberikan bantuan modal, akses ke pasar, pelatihan keterampilan khusus dan dukungan teknis untuk membantu individu atau kelompok masyarakat memulai atau mengembangkan bisnis kecil mereka.
  3. Akses ke Pembiayaan: Seringkali, akses terbatas ke pembiayaan adalah hambatan utama dalam mengembangkan usaha. Inisiatif pemberdayaan ekonomi umat dapat mencakup penyediaan mikrokredit atau mekanisme pembiayaan lainnya yang dapat membantu individu atau kelompok masyarakat memenuhi kebutuhan modal mereka.
  4. Pengembangan Keterampilan: Memberikan pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar dapat membantu meningkatkan peluang individu dalam mendapatkan pekerjaan atau memulai usaha. Ini termasuk keterampilan teknis dan non-teknis yang dapat meningkatkan daya saing dan produktivitas individu.
  5. Pengembangan Sumber Daya Manusia: Pemberdayaan ekonomi umat juga melibatkan pengembangan sumber daya manusia, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan perempuan. Melalui pendidikan yang lebih baik dan akses ke layanan kesehatan yang memadai, individu memiliki peluang yang lebih baik untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan ekonomi.
  6. Penguatan Masyarakat: Pemberdayaan ekonomi umat juga melibatkan penguatan masyarakat melalui partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan dan pengembangan proyek bersama. Ini menciptakan ikatan sosial yang lebih kuat dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
  7. Nilai-nilai Agama dan Etika Ekonomi: Banyak pendekatan pemberdayaan ekonomi umat berakar pada nilai-nilai agama yang mendorong berbagi, keadilan, dan etika ekonomi yang baik. Ini dapat mempengaruhi cara individu dan masyarakat berinteraksi dengan ekonomi dan keuangan.

Pelatihan ini berlangsung dari pukul 08.00 sd 12.00. Setelah pembekalan materi, para pimpinan pesantren yang tergabung dalam HEBITREN Jambi melanjutkan kegiatan kunjungan ke Pondok Pesantren dibawah naungan HEBITREN DIY.

Pesantren pertama yang dikunjungi adalah Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi. Assalafiyyah Mlangi merupakan sebuah pondok pesantren yang terkenal dengan tradisi keilmuannya yang mendalam dan keramahan santrinya. Pesantren ini memiliki tiga unit pendidikan. MTs Assalafiyyah Mlangi, MA Assalafiyyah Mlangi dan SMK Assalafiyyah Mlangi.

Tim HEBITREN Jambi disambut langsung oleh para pimpinan pesantren Assalafiyyah Mlangi dan melakukan diskusi tentang program-program pesantren dan pengembangan ekonomi pesantren. KH. Zar’anuddin menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi adalah institusi pendidikan yang menggunakan teknologi digital dan platform online untuk memberikan pembelajaran, administrasi pembiyaan, kontroling dan evaluasi baik kepada siswa maupun orang tua. Konsep ini telah berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Berikut adalah beberapa aspek yang terkait dengan lembaga pendidikan berbasis digital di Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi: Fleksibilitas dan Aksesibilitas, Penggunaan Teknologi, Materi Pembelajaran yang Beragam, Personalisasi Pembelajaran, Pengembangan Keterampilan Teknologi, Kolaborasi dan Interaksi dan Evaluasi dan Pemantauan.

Beliau menambahkan, tiga syarat utama untuk melakukan dan mengembangan ekonomi pesantren melalui HEBITREN. Pertama, membuat bisnis bersama, kedua, saling membeli produk pesantren, dan ketiga, menumbuhkembangkan ekonomi pada masing-masing pesantren. Tentu, satu hal yang sangat penting dan perlu diperhatikan adalah manajemen dengan SDM yang mumpuni yang bekerja secara professional dan digaji. Pesantren Assalafiyyah Mlangi hingga saat ini bisa mendapatkan omzet Rp 400.000.000 (empat ratus juta rupiah) perbulan dari hasil usaha ekonomi pesantren. Hingga saat ini, telah berdiri Asa Mart, Asa Multimedia, Asa Cathering, Asa Laundry, Asa Water, Asa Trans, Asa Agro dan Asa Farm (kolaborasi dengan Bank Indonesia)

Dalam kesempatan ini, para pimpinan Pondok Pesantren yang tergabung dalam HEBITREN Provinsi Jambi diajak untuk berkeliling untuk melihat-lihat unit usaha pesantren dan fasilitas lainnya.

Kunjungan kedua adalah Pondok Pesantren Al-Imdad, Bantul. KH. Habib A. Syakur mengatakan bahwa pesantren ini merupakan pesantren tradisional semi modern. Program unggulan tradisionalnya adalah kitab kuning dan pemahaman Al-Quran. Meski begitu, pesantren Al-Imdad juga hadir sebagai pesantren entrepreuner yang banyak memiliki unit usaha. Diantaranya adalah: depot air untuk santri dan masyarakat, café, gilingan padi (RMU) kolaborasi dengan BI, green house, tambak udang panami, asrama mahasiswa dengan konsep setiap mahasiswa mendapatkan fasilitas kendaraan roda dua (peminjaman 24 jam), Al-Imdad Farm (produksi pupuk yang sudah dijual pada tingkat nasional dan internasional), penggilingan plastik (ember bekas dan semisalnya) dan kompos bio-gas.

Materi hari kedua dan kunjungan tanggal 16 agustus 2023

Seperti hari pertama, sebelum memulai kunjungan ke Pondok Pesantren, para peserta diberikan pembekalan tentang pemberdayaan ekonomi pesantren dengan konsep halal style.

Setelah itu para peserta diajak mengunjungi Pondok Pesantren Al-Mumtaz, Gunungkidul. Pesantren ini juga merupakan pesantren entrepreuner. Bahkan, Al-Mumtaz adalah pesantren pertama di DIY yang mempopulerkan diri sebagai Pesantren entrepreuner dan tahfizh. Al-Mumtaz juga sebagai penginisiasi pertama HIPSI (Himpunan Pengusaha Santri) di DIY.

KH. Khoeron Marzuki selaku pimpinan Ponpes Al-Mumtaz menjelaskan bahwa pesantren telah memiliki Al-Mumtaz Mart, Farm, Agro, Tata Boga, Depot air, Sablon santri dan produksi pakaian muslim yang telah dijual baik pada lingkungan pesantren dan luar pesantren. Produksi roti dan makanan dari Al-Mumtaz telah dikirim ke lebih dari 30 toko dan pesantren.

Hari ketiga, tanggal 17 agustus 2023 Ini merupakan hari terakhir. Kegiatan hanya dilakukan pada pagi hari. Yaitu evaluasi program selama 3 hari, pembekalan terakhir, dan konsultasi konkret tentang program lanjutan untuk pengembangan usaha pesantren. Setelah itu, para peserta yang terdiri dari pimpinan pondok pesantren di Provinsi jambi yang tegabung dalam HEBITREN Jambi melakukan check out hotel dan bersiap menuju bandara Internasional Yogyakarta untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Jambi

ponpesasad

ponpesasad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *